Laman

Jumat, 23 Agustus 2024

kerang tanpa cangkang

Pagi itu, Tink si kepiting imut dan Tenk si banteng ganteng sedang dalam perjalanan menuju ke pantai.

🦀 nanti di pantai mau ngumpulin kerang, ah.
🐂 kerangnya yang ada cangkangnya apa enggak?
🦀 memang ada kerang enggak ada cangkangnya?
🐂 ada. kerang-gang.




🦀 (harusnya kerengga bukan, sih?)




©dimasayanggi

Selasa, 13 Agustus 2024

Bunga apa ini?

Hari itu adalah ulang bulan hubungan Tink si kepiting imut dan Tenk si banteng ganteng yang ke-228 bulan. Tenk datang membawakan bunga berwarna magenta.


🐂 selamat tanggal 10, Tink. 

🦀 makashi. bunga apa ini?

🐂 apa hayo? coba cari di google lens.


🦀 di plantnet, katanya ini gomphrena globosa. aku buka google, nama lainnya bunga kancing atau bunga kenop.



🐂 hehehe. ngawur.

🦀 lho iya beneran. ini lho, katanya berkhasiat bisa menyembuhkan asma.

🐂 itu tuh namanya bunga gladiol. simbol keberanian dan integritas.

🦀 ha? bunga gladiol tuh gini bentuknya.


🐂 oooh iya. berarti aku salah ngomong tadi.

🦀 jadi, bunga apa ini?

🐂 ya bunga kenop berarti. aku memang sengaja kok beli itu. artinya cinta yang tidak berubah.


©dimasayanggi

Selasa, 30 April 2019

Plat Nomor

Sore itu, Tink si kepiting imut dan Tenk si banteng ganteng sedang jalan-jalan tetapi naik kendaraan. Jalanan cukup padat oleh mobil dan motor. Tiba-tiba, Tink bertanya kepada Tenk yang sedang fokus menyetir.

🦀 Tenk, AE itu plat mana?
🐂 plat daerah Ngawi, Madiun itu.
🦀 oh, berarti kalau tinggal di sana, naiknya AERIO ya.
🐂 lho kenapa? emang enggak boleh kalau naik BRIO?
🦀 kalau BRIO ya Jakarta.
🐂 terus kalau di Surabaya, Luxio gitu?
🦀 ya, enggak. LRIO.
🐂 lah kalau Sidoarjo?
🦀 ya WRIO.
🐂 Malang?
🦀 NRIO.
🐂 terus kalau Palembang?
🦀 BGRIO.
🐂 Tink, ke apotek, yuk. Beli obat.

instagram.com/dimasayanggi


©dimasayanggi

Senin, 18 Juni 2018

Kacang Almond


Punya seseorang yang sangat perhatian pada kita, tentu itu sebuah berkah yang patut disyukuri. Tapi, bagaimana kalau tertempel juga perilaku ajaib pada perhatian itu?

Ini bukan jenis cerita romansa atau komedi. Tapi mungkin biasa terjadi dalam kehidupan pasangan sehari-hari. Semoga begitu, supaya Tink tidak merasa sendiri.

Kisah ini terjadi secara nyata pada Mei 2018.

Malam itu, Tink si kepiting imut sedang duduk bersandar di atas tempat tidur sambil membaca buku. Tenk si banteng ganteng duduk di sebelahnya sambil makan cokelat.

Sambil tetap fokus pada apa yang dia baca, Tink mangap dan melahap almond yang disuapkan Tenk padanya. Almond itu terasa sedikit aneh di lidah Tink, tapi Tink tidak banyak bertanya dan curiga. Karena lelaki yang dia cinta yang memberikan itu padanya. Anehnya, Tenk terkekeh di sebelahnya.

🐂 Tink, katanya almond itu bagus lho buat kesehatan.
🦀 terus kenapa?
🐂 ini almondnya, cokelatnya sudah kuemut sampai bersih. tinggal makan aja almondnya.
🦀 gak mau, jorok!
🐂 perjuangan lho, Tink. lagian tadi udah Tink makan almondnya.
🦀 ya kan itu tadi lagi fokus baca, Tenk.
🐂 halah, sebenarnya hatimu merasa senang, kan?


instagram.com/dimasayanggi


© dimasayanggi

Selasa, 30 Januari 2018

kepitink dan bantenk

Awalnya, blog ini dibuat sebagai alat perekam jejak momen-momen kita berdua atau bersama orang-orang sekitar. Selain cerita jalan-jalan, ada juga cerita pengalaman kita membeli beberapa barang yang sama alias kembaran. Bukan barang couplean—yang biasanya terdapat sedikit pembeda, entah dari warna, tulisan atau bentuknya. Tapi beberapa cerita itu sudah dihapus demi kenyaman bersama. Karena isinya nggak terlalu penting untuk dibaca. foto-fotonya juga kurang menarik, sih. 


Supaya blog ini tetap manfaat, kita sempat mencoba menulis artikel ala-ala hipwee. Tapi sekarang kita memutuskan untuk membuat blog ini sebagai wadah cerita kehidupan sehari-hari. Supaya lebih seru, kami memilih nama panggilan khusus (anggap saja sebagai nama tokoh di sini), yaitu Tink dan Tenk.


Itu berasal dari suku kata terakhir dari kata “kepiting 🦀” dan “banteng 🐂”. Dua hewan itu memang bukanlah hewan favorit kita, melainkan lambang dari zodiak kita masing-masing; kanser dan taurus. Supaya lebih funky, huruf G di akhir digantikan huruf K.

Kalau bersama, bunyinya nyarink.
TinkTenkTinkTenkTinkTenk.
☆(ノ◕ヮ◕)ノ*


Sementara untuk hewan favorit, tidak ada yang menjadi lambang zodiak. Tink menyukai kelinci 🐰 dan Tenk menyukai serigala 🐺. Ini sebuah kebetulan yang romantis. Menurut cerita, kelinci tinggal di bulan. Sedangkan serigala senantiasa memandang bulan.


Ya, namanya juga jodoh.
hehe.


Terima kasih sudah membaca sampai sini.


©dimasayanggi

Rabu, 19 April 2017

cekrek, cekrek, cekrek!

Hampir semua orang suka mengabadikan momen dalam bentuk foto. Entah itu foto saat liburan bersama keluarga, foto nongkrong bersama teman-teman, atau sekedar swafoto di ponsel masing-masing. Karena gambar nggak bergerak itu bisa menceritakan banyak hal jika dilihat lagi, entah kapan. Bahkan foto-foto ‘memalukan’ dari masa lalu, bisa jadi bahan tertawaan di masa sekarang.

Ada beberapa cara untuk merekam kenangan dalam bentuk foto. Yang mana favoritmu?

Photo box
Buat yang melewati masa remaja dan alaynya sekitar tahun 2005, pasti nggak asing nih sama yang namanya photo box. Pada masa itu, photo box merupakan salah satu pilihan untuk mengabadikan momen. Nggak hanya sama pasangan, tapi juga sama teman, bahkan sama keluarga. Seru lho rasanya kalau bisa rame-rame berfoto di kotak sempit itu. Bahkan terkadang bisa sampe 30-an orang sekali foto. Walaupun harus rela tahan napas dan kegencet kayak lagi naik kereta di jam sibuk.

Ada banyak pilihan frame buat meramaikan sesi berfoto pengguna photo box. Bahkan rutin berganti setiap sebulan sekali atau menyesuaikan dengan tema bulan itu. Jadi, misalnya untuk bulan Januari, bakal ada banyak pilihan frame bernuansa Tahun Baru. Atau bulan Oktober dengan tema Halloween.

Setelah selesai berfoto, kita akan diberi waktu buat memilih empat foto terbaik. Jadi, foto yang ngeblur atau pas ada upil kelihatan nyempil di tepi hidung, nggak perlu ikut dicetak. Walaupun yang kadang bikin sebel itu kalau pakai baju berwarna sama dengan latar belakang foto, maka jadinya baju kita bakalan ketumpuk sama gambar frame.

Kemudian hasil foto dicetak ke kertas foto berukuran 10 cm x 14 cm. Kita bisa pilih empat foto pilihan itu mau dicetak jadi berapa. Bisa jadi empat foto masing-masing ukuran 5 cm x 7 cm. Sampe 16 foto masing-masing ukuran 2.5 cm x 3.5 cm. Dulu sih sempat bisa dicetak ke kertas stiker. Jadi foto seru-seruan itu bisa ditempel di alat tulis atau sampul buku.

Kertas fotonya juga awet banget lho. Udah bertahun-tahun berlalu, warnanya juga nggak pudar.

Sebelumnya, tolong abaikan pose kekinian pada masanya ini, ya. Waktu itu sekitar menjelang penghujung 2006 atau baru memulai 2007. Sepertinya sih gaya pakai kemeja dan dilengkapi pin lagi nge-hits, nih. Hehe. Tapi sayangnya, foto ini nggak tau ada di mana.  Cuma tersisa file foto yang memoto hasil photo box.
Tahun-tahun berikutnya udah jarang main photo box lagi. Dan baru nyoba lagi sekitar tahun 2009/2010. Dan ternyata udah nggak ‘semeriah’ dulu dengan beragam frame. Di era ini, lebih fokus ke pilihan background warna dasar dan netral, seperti merah, hitam, atau putih. Tanpa semarak gambar tambahan yang meramaikan foto.


Swafoto/Selca
Nah, kalau zaman sekarang, nih, kayaknya udah nggak terlalu sering orang pergi ke photo box. Mungkin karena udah pegang alat pem-foto dalam genggaman masing-masing, ya. Jadi, tinggal cekrek-cekrek, di-collage, upload!

Foto Instan
Mirip seperti photo box yang bisa langsung dicetak saat itu juga. Hanya saja, kita nggak diberi kesempatan buat melihat preview atau memilih foto yang akan dicetak. Karena sekali bunyi cekrek terdengar, maka secara otomatis foto akan tercetak ke dalam genggamanmu.

Zaman masih kecil dulu, sekitar tahun 1996-an, banyak jasa foto instan ini di tempat-tempat wisata. Tapi kalau zaman sekarang sih, kayaknya semua orang bisa punya sendiri-sendiri buat dibawa jalan-jalan.

Banyak  tempat yang bisa didatangi, banyak orang datang silih berganti, banyak foto yang bisa dipajang, tapi hanya kenangan yang akan selalu tersimpan abadi. ©  

Rabu, 12 April 2017

kacang hijau yang belum direbus

Astaga.

Lama banget ya blog ini nggak dibuka. Kira-kira sudah 5 tahun 3 bulan berlalu sejak postingan terakhir.
Ini kalau ibarat rumah, pasti udah dipenuhi sama sarang laba-laba dan debu setebal 7 jilid novel Harry Potter ditumpuk jadi satu.

Dan selama itu, ada sekitar 15277+ pengunjung yang terjebak ke dalam blog absurd ini.

Untuk kebaikan bersama, beberapa postingan akan dihapus karena ke-lebai-an dan ke-alay-an bahasanya sangat tidak baik untuk kesehatan mata dan jantung. Juga sanggup mengakibatkan disfungsi pada kotak tertawa.

Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih buat kalian yang udah khilaf mampir ke blog ini. Dan juga mohon maaf sebesar-besarnya jika kunjungan kalian disertai rasa penyesalan yang amat mendalam. Kami memang nggak bisa mengembalikan waktu kalian yang sudah terbuang percuma, tapi untuk ke depannya kami akan berusaha memperbaiki apa saja kekurangan blog ini. Semoga kami bisa menghadirkan postingan yang lebih bermanfaat dan ada faedahnya. Walaupun cuma sekecil kacang hijau yang belum direbus. Aamiin.


Peace, Love, and Kekinian,
@dimasayanggi