Laman

Selasa, 30 April 2019

Plat Nomor

Sore itu, Tink si kepiting imut dan Tenk si banteng ganteng sedang jalan-jalan tetapi naik kendaraan. Jalanan cukup padat oleh mobil dan motor. Tiba-tiba, Tink bertanya kepada Tenk yang sedang fokus menyetir.

🦀 Tenk, AE itu plat mana?
🐂 plat daerah Ngawi, Madiun itu.
🦀 oh, berarti kalau tinggal di sana, naiknya AERIO ya.
🐂 lho kenapa? emang enggak boleh kalau naik BRIO?
🦀 kalau BRIO ya Jakarta.
🐂 terus kalau di Surabaya, Luxio gitu?
🦀 ya, enggak. LRIO.
🐂 lah kalau Sidoarjo?
🦀 ya WRIO.
🐂 Malang?
🦀 NRIO.
🐂 terus kalau Palembang?
🦀 BGRIO.
🐂 Tink, ke apotek, yuk. Beli obat.

instagram.com/dimasayanggi


©dimasayanggi

Senin, 18 Juni 2018

Kacang Almond


Punya seseorang yang sangat perhatian pada kita, tentu itu sebuah berkah yang patut disyukuri. Tapi, bagaimana kalau tertempel juga perilaku ajaib pada perhatian itu?

Ini bukan jenis cerita romansa atau komedi. Tapi mungkin biasa terjadi dalam kehidupan pasangan sehari-hari. Semoga begitu, supaya Tink tidak merasa sendiri.

Kisah ini terjadi secara nyata pada Mei 2018.

Malam itu, Tink si kepiting imut sedang duduk bersandar di atas tempat tidur sambil membaca buku. Tenk si banteng ganteng duduk di sebelahnya sambil makan cokelat.

Sambil tetap fokus pada apa yang dia baca, Tink mangap dan melahap almond yang disuapkan Tenk padanya. Almond itu terasa sedikit aneh di lidah Tink, tapi Tink tidak banyak bertanya dan curiga. Karena lelaki yang dia cinta yang memberikan itu padanya. Anehnya, Tenk terkekeh di sebelahnya.

🐂 Tink, katanya almond itu bagus lho buat kesehatan.
🦀 terus kenapa?
🐂 ini almondnya, cokelatnya sudah kuemut sampai bersih. tinggal makan aja almondnya.
🦀 gak mau, jorok!
🐂 perjuangan lho, Tink. lagian tadi udah Tink makan almondnya.
🦀 ya kan itu tadi lagi fokus baca, Tenk.
🐂 halah, sebenarnya hatimu merasa senang, kan?


instagram.com/dimasayanggi


© dimasayanggi

Selasa, 30 Januari 2018

kepitink dan bantenk

Awalnya, blog ini dibuat sebagai alat perekam jejak momen-momen kita berdua atau bersama orang-orang sekitar. Selain cerita jalan-jalan, ada juga cerita pengalaman kita membeli beberapa barang yang sama alias kembaran. Bukan barang couplean—yang biasanya terdapat sedikit pembeda, entah dari warna, tulisan atau bentuknya. Tapi beberapa cerita itu sudah dihapus demi kenyaman bersama. Karena isinya nggak terlalu penting untuk dibaca. foto-fotonya juga kurang menarik, sih. 


Supaya blog ini tetap manfaat, kita sempat mencoba menulis artikel ala-ala hipwee. Tapi sekarang kita memutuskan untuk membuat blog ini sebagai wadah cerita kehidupan sehari-hari. Supaya lebih seru, kami memilih nama panggilan khusus (anggap saja sebagai nama tokoh di sini), yaitu Tink dan Tenk.


Itu berasal dari suku kata terakhir dari kata “kepiting 🦀” dan “banteng 🐂”. Dua hewan itu memang bukanlah hewan favorit kita, melainkan lambang dari zodiak kita masing-masing; kanser dan taurus. Supaya lebih funky, huruf G di akhir digantikan huruf K.

Kalau bersama, bunyinya nyarink.
TinkTenkTinkTenkTinkTenk.
☆(ノ◕ヮ◕)ノ*


Sementara untuk hewan favorit, tidak ada yang menjadi lambang zodiak. Tink menyukai kelinci 🐰 dan Tenk menyukai serigala 🐺. Ini sebuah kebetulan yang romantis. Menurut cerita, kelinci tinggal di bulan. Sedangkan serigala senantiasa memandang bulan.


Ya, namanya juga jodoh.
hehe.


Terima kasih sudah membaca sampai sini.


©dimasayanggi

Rabu, 19 April 2017

cekrek, cekrek, cekrek!

Hampir semua orang suka mengabadikan momen dalam bentuk foto. Entah itu foto saat liburan bersama keluarga, foto nongkrong bersama teman-teman, atau sekedar swafoto di ponsel masing-masing. Karena gambar nggak bergerak itu bisa menceritakan banyak hal jika dilihat lagi, entah kapan. Bahkan foto-foto ‘memalukan’ dari masa lalu, bisa jadi bahan tertawaan di masa sekarang.

Ada beberapa cara untuk merekam kenangan dalam bentuk foto. Yang mana favoritmu?

Photo box
Buat yang melewati masa remaja dan alaynya sekitar tahun 2005, pasti nggak asing nih sama yang namanya photo box. Pada masa itu, photo box merupakan salah satu pilihan untuk mengabadikan momen. Nggak hanya sama pasangan, tapi juga sama teman, bahkan sama keluarga. Seru lho rasanya kalau bisa rame-rame berfoto di kotak sempit itu. Bahkan terkadang bisa sampe 30-an orang sekali foto. Walaupun harus rela tahan napas dan kegencet kayak lagi naik kereta di jam sibuk.

Ada banyak pilihan frame buat meramaikan sesi berfoto pengguna photo box. Bahkan rutin berganti setiap sebulan sekali atau menyesuaikan dengan tema bulan itu. Jadi, misalnya untuk bulan Januari, bakal ada banyak pilihan frame bernuansa Tahun Baru. Atau bulan Oktober dengan tema Halloween.

Setelah selesai berfoto, kita akan diberi waktu buat memilih empat foto terbaik. Jadi, foto yang ngeblur atau pas ada upil kelihatan nyempil di tepi hidung, nggak perlu ikut dicetak. Walaupun yang kadang bikin sebel itu kalau pakai baju berwarna sama dengan latar belakang foto, maka jadinya baju kita bakalan ketumpuk sama gambar frame.

Kemudian hasil foto dicetak ke kertas foto berukuran 10 cm x 14 cm. Kita bisa pilih empat foto pilihan itu mau dicetak jadi berapa. Bisa jadi empat foto masing-masing ukuran 5 cm x 7 cm. Sampe 16 foto masing-masing ukuran 2.5 cm x 3.5 cm. Dulu sih sempat bisa dicetak ke kertas stiker. Jadi foto seru-seruan itu bisa ditempel di alat tulis atau sampul buku.

Kertas fotonya juga awet banget lho. Udah bertahun-tahun berlalu, warnanya juga nggak pudar.

Sebelumnya, tolong abaikan pose kekinian pada masanya ini, ya. Waktu itu sekitar menjelang penghujung 2006 atau baru memulai 2007. Sepertinya sih gaya pakai kemeja dan dilengkapi pin lagi nge-hits, nih. Hehe. Tapi sayangnya, foto ini nggak tau ada di mana.  Cuma tersisa file foto yang memoto hasil photo box.
Tahun-tahun berikutnya udah jarang main photo box lagi. Dan baru nyoba lagi sekitar tahun 2009/2010. Dan ternyata udah nggak ‘semeriah’ dulu dengan beragam frame. Di era ini, lebih fokus ke pilihan background warna dasar dan netral, seperti merah, hitam, atau putih. Tanpa semarak gambar tambahan yang meramaikan foto.


Swafoto/Selca
Nah, kalau zaman sekarang, nih, kayaknya udah nggak terlalu sering orang pergi ke photo box. Mungkin karena udah pegang alat pem-foto dalam genggaman masing-masing, ya. Jadi, tinggal cekrek-cekrek, di-collage, upload!

Foto Instan
Mirip seperti photo box yang bisa langsung dicetak saat itu juga. Hanya saja, kita nggak diberi kesempatan buat melihat preview atau memilih foto yang akan dicetak. Karena sekali bunyi cekrek terdengar, maka secara otomatis foto akan tercetak ke dalam genggamanmu.

Zaman masih kecil dulu, sekitar tahun 1996-an, banyak jasa foto instan ini di tempat-tempat wisata. Tapi kalau zaman sekarang sih, kayaknya semua orang bisa punya sendiri-sendiri buat dibawa jalan-jalan.

Banyak  tempat yang bisa didatangi, banyak orang datang silih berganti, banyak foto yang bisa dipajang, tapi hanya kenangan yang akan selalu tersimpan abadi. ©  

Rabu, 12 April 2017

kacang hijau yang belum direbus

Astaga.

Lama banget ya blog ini nggak dibuka. Kira-kira sudah 5 tahun 3 bulan berlalu sejak postingan terakhir.
Ini kalau ibarat rumah, pasti udah dipenuhi sama sarang laba-laba dan debu setebal 7 jilid novel Harry Potter ditumpuk jadi satu.

Dan selama itu, ada sekitar 15277+ pengunjung yang terjebak ke dalam blog absurd ini.

Untuk kebaikan bersama, beberapa postingan akan dihapus karena ke-lebai-an dan ke-alay-an bahasanya sangat tidak baik untuk kesehatan mata dan jantung. Juga sanggup mengakibatkan disfungsi pada kotak tertawa.

Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih buat kalian yang udah khilaf mampir ke blog ini. Dan juga mohon maaf sebesar-besarnya jika kunjungan kalian disertai rasa penyesalan yang amat mendalam. Kami memang nggak bisa mengembalikan waktu kalian yang sudah terbuang percuma, tapi untuk ke depannya kami akan berusaha memperbaiki apa saja kekurangan blog ini. Semoga kami bisa menghadirkan postingan yang lebih bermanfaat dan ada faedahnya. Walaupun cuma sekecil kacang hijau yang belum direbus. Aamiin.


Peace, Love, and Kekinian,
@dimasayanggi

Sabtu, 14 Januari 2012

Kemeja

Ternyata setelah dimasayanggi hidup selama ini, kita berdua baru menyadari kalau :
"jenis kelamin kemeja dapat ditentukan dengan melihat letak kancingnya"

WOW!
coba perhatikan :
kancing kemeja cowok terletak di sisi bagian kanan .
sedangkan kancing kemeja cewek terletak di sisi bagian kiri .

entah mengapa begitu, sampai saat ini, laboratorium kami belum menampakkan hasilnya .

suddenly, jadi inget sebuah cerita tentang kemeja .

pada suatu hari, ada seorang anak yang pulang dari sekolah melihat ibunya yang seorang penjahit sedang sibuk di depan mesin jahit. (yaiyalah! kalau penjahat pasti sibuk ngerampok )

Anak : Lagi jahit apa, Bu ?

Saking seriusnya, sang ibu hanya diam. tidak menjawab pertanyaan anaknya .
Karena nggak mau ketahuan lagi dikacangin ibu kandungnya, si anak bertanya lagi,

Anak : Aku mau makan. Harus kemana aku, Bu ?
Ibu : Kemeja .

dua pertanyaan dari anaknya dijawab dengan satu kata oleh sang ibu.
"ibu sedang menjahit kemeja. dan kalau mau makan harus ke meja makan"


nggak nyambung dan nggak ada hubungannya ?
EMANG .
biar postnya panjang aja . #peace
bye bye ^^

Jumat, 13 Januari 2012

Puisi masa SMA - Jurusan Bahasa VS Jurusan Ilmu Sosial


BAHASA

Wahai kekasihku..

Untailah prolog cerita aku dan kamu

Akan kurangkai plot cintaku dan cintamu

Seindah majas di dalam kalbu


Wahai pujaan hatiku..

Jadikanlah aku protagonis dalam hatimu

Akan ku jadikan realisme padu

menjadi romantisme yang syahdu

Bila tahap konflik telah tiba

Jangan kau aposiopesis cinta kita

Biarlah kita menjadi referen dari kata cinta

Menjadi subjek dalam setiap gramatika


Wahai pangeranku..

Itulah aptronimku untukmu

Kau buat disprosodi menyerangku

Seakan frasa yang mampu ku eja hanya satu

"Aku cinta kamu"


Wahai malaikat cintaku..

Harmonisasikanlah hatiku dan hatimu

Sehingga terbentuk eufoni nama kita

Yang mengalunkan sajak cinta berepifora

Mengikat cerita cinta kita selamanya


Jika saat epilog tiba, tanpa ada konklusi yang berarti..

Mungkin kisah kasih kita harus disunting ulang..



Ilmu Sosial

Wahai Kekasihku..

Debetlah cintaku di neraca hatimu

Akan ku jurnal setiap transaksi rindumu

Hingga setebal Laporan Keuanganku


Wahai kekasih hatiku..

Jadikan aku manager investasi cintamu

Akan ku hedging kasih dan sayangmu

Di setiap lembaran portofolio hatiku

Bila masa jatuh tempo tlah tiba

Jangan kau retur kenangan indah kita

Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara

Berkelana di antara Aktiva dan Passiva


Wahai mutiara kalbu ku..

Hanya kau lah Master Budget hatiku

Inventory cintaku yang syahdu

Flowchart bagi rinduku

General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu


Wahai bidadariku..

Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu

Seimbangkanlah neraca saldo kita

Yang membalut laporan laba rugi kita..

Dan cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya


Jika di hari closing nanti, Tidak ada kecocokkan saldo..

Mungkin cinta kita harus dijurnal balik..